Feature news

Selasa, 04 Juni 2013

Subyektifitas Pemikiran yang Menyesatkan

Ilustrasi
Manusia adalah makhluk pilihan Allah yang diutus sebagai khalifah di bumi, dianugerahi berbagai kelebihan dibandingkan makhluk yang lain. Bahkan Iblis pun iri terhadap manusia karena terpilih sebagai khalifah di bumi, ketika Allah memerintahkan Iblis dan Malaikat sujud (sebagai bentuk rasa hormat) kepada manusia, hanya golongan Malaikat yang patuh, iblis menolak dan bersumpah akan menyesatkan umat manusia hingga akhir zaman.

Mengapa Iblis berlaku demikian? Tak lain karena ia merasa dirinya lebih mulia dari manusia yang hanya tercipta dari sekelumit tanah, dan Iblis tercipta dari api. Ia lupa bahwa Allah lebih tau mengapa manusia diutus sebagai khalifah di bumi, ia dipenuhi rasa dengki karena merasa ia lebih mulia dan lebih pantas dari manusia. Sombong.

Masalah yang sering menghinggapi manusia adalah sifat sombong yang mengedepankan nafsu dan pemikiran "Ane lebih baik dari lo..." tanpa menghiraukan bahwa Manusia diciptakan pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yah miriplah sama sifatnya Iblis, subyektifitas lebih superior dari obyektifitas. Terkadang dalam pergaulan, kita sering menjumpai hal-hal semacam ini, ketika berdiskusi masalah akademis atau keseharian, esensi dari diskusi untuk mencari kebenaran malah berbelok arah menjadi mencari rasa kemenangan dengan membelakangkan akal dan fikiran, juga hati nurani dikesampingkan tentunya. Nafsu ingin menang dan diakui bahwa ia lebih pintar, lebih mulia dari lawan diskusinya. Ya, ini memang sifat hitam dari Manusia.

Alangkah indahnya jika saling menghargai perbedaan, tanpa memaksakan pemikiran kepada orang lain, banyak tumbuh di sekitar kita. Pastilah dunia ini tak ada perang, hehehehe... Tapi memang sudah menjadi sunnatullah bahwa manusia tak lepas dari sifat ke-iblisan-nya. Malaikat pun pernah memprotes Allah mengapa Manusia menjadi khalifah di bumi padahal ia banyak menumpahkan darah. Allah pun menjawab "Aku lebih tau daripada kamu..." Ini menandakan bahwa dari berbagai kebusukan yang Manusia buat, masih terdapat kebaikan-kebaikan yang tercipta didunia dari tangan manusia... Well.. Setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan buruk, seperti koin mata uang yang tidak dapat dipisahkan, Hanya kita harus berusaha dan berdoa agar terhindar dari sifat-sifat buruk, mawas diri dan terbuka atas koreksian atau masukan dari sesama, karena kita bukan Malaikat yang selalu berbuat taat, hehehehe...

Utamakan sifat oyektif, kalau kita tak selamanya hidup di dunia, kita sedang ditunggu liang lahat dan malaikat yang siap sedia menanyai kita kelak, "ujian alam barzah", taburkan sifat baik sebisa dan semampu kita, semoga kita mengakhiri kehidupan dengan khusnul khotimah.....

Senin, 03 Juni 2013

Pendapatan Aplikasi iOS Jauh Meninggalkan Android

Ilustrasi
Siapa yang tak kenal smartphone Android? Sistem operasi open source ini mudah ditemui di berbagai merek hp, mulai dari merek yang tenar semacam Samsung dan Sony, sampai merek yang kurang familiar seperti Cross, ZTE, Mito, dan masih banyak yang lain. 

Lain halnya dengan hp premium Apple iPhone yang menggunakan sistem operasi iOS, penggunanya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan hp Android, lihat grafik dibawah. 

Grafik jumlah pengkapalan smartphone dunia kuartal ke-4 2012
Dibenakmu mungkin tergambar pendapatan bahwa pendapatan Google Play pasti lebih tinggi daripada Apple Store karena besarnya smartphone yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya,  akan tetapi fakta berkata lain. Berdasarkan laporan perusahaan analis aplikasi Distimo, yang dikutip BGR, Sabtu (1/6/2013), pada bulan April 2012, jumlah pendapatan yang didapatkan aplikasi di Google Play dan iOS adalah 19 persen berbanding 81 persen. 

Setahun kemudian, pada April 2013, pendapatan aplikasi di Google Play mulai meningkat, yaitu 27 persen berbanding 73 persen. Android masih kalah jauh dibanding iOS. Lihat grafik dibawah.

Grafik perbandingan pendapatan aplikasi iOS dan Android
Meskipun begitu, tidak semua penjualan aplikasi Android dikalahkan oleh iOS. Salah satunya yaitu aplikasi WhatsApp.  Pendapatan WhatsApp di Eropa lebih banyak didapatkan dari Google Play dibandingkan App Store. Di Jerman, mereka memperoleh 290.000 dollar AS dari Google Play. Sedangkan dari iOS App Store, hanya mampu mendapatkan 207.000 dollar AS. Di Spanyol, Google mengalahkan Apple lebih hebat lagi, WhatsApp mendapatkan 90 persen pendapatannya dari Google Play. 

Untuk wilayah Amerika Serikat, jumlah revenue perusahaan ini sebagian besar berasal dari iOS. Maklum, iOS lebih populer bagi rakyat AS dibanding Android. Di negara ini WhatsApp mendapatkan 355.000 dollar AS dari App Store dan 41.000 dollar AS dari Google Play. 

WhatsApp
WhatsApp memang mampu menambah pendapatan Google melalui Google Play di beberapa wilayah tertentu. Tetapi, jika hanya bergantung pada beberapa aplikasi, Google tidak akan pernah mengungguli iOS dari segi pendapatan aplikasi. Tentunya Google perlu berinovasi lebih baik dalam meraup untung dari penjualan aplikasi jika tidak ingin tetap dibelakang iOS.

Minggu, 02 Juni 2013

Belajar Agama Melalui Internet. Pantaskah?

Ilustrasi
Zaman sekarang, arus informasi sangat deras, informasi detik ini di belahan bumi barat, bisa langsung diterima beberapa detik di belahan bumi timur.  Akibat dari hal tersebut, globalisasi pun sulit untuk dihindari. Informasi yang baik maupun buruk dengan cepat menyebar, jika seseorang tidak mempunyai dasar yang kuat tentang suatu keilmuan, maka tidak ada filter dalam menyaring arus informasi tersebut. Sehingga di zaman sekarang ini sangat susah membedakan antara orang yang alim (orang yang mengerti) dan orang jahil (orang yang tidak mengerti), antara ahli fiqh dan orang yang mengaku-ngaku ahli fiqh. Sekarang sangat banyak orang yang seperti itu, tak terkecuali di kampus-kampus. 

Informasi yang ingin dicari dapat dengan mudah ditemukan di media-media informasi, terutama internet.Tinggal mengetik hal yang ingin kita cari di search engine, maka dengan sekejap langsung keluar situs-situs yang berkaitan. Entah benar atau salah informasi yang ditampilkan oleh situs tersebut, hanya pembaca yang bisa menyimpulkan berdasarkan pemahamannya.

Berbagai informasi dan pengetahuan dengan mudah dapat diakses di dunia cyber (internet). Parahnya lagi, banyak orang yang menjadikan internet sebagai seorang guru tempat bertanya dan mencari tahu. Dan lebih celakanya lagi, dari guru (internet) inilah mereka lalu mengajarkan apa yang di dapatnya kepada orang lain.

Tidak semua yang ada di internet adalah tidak benar, banyak juga orang-orang yang kompeten dibidangnya menulis materi keilmuan melalui media internet, tetapi tidak kalah banyaknya pula orang-orang yang berusaha menyebarkan paham yang bisa dikatakan menyimpang menurut Ahlussunnah. Banyak sekali kebenaran yang tertulis di situs-situs internet, tetapi kebenaran itu belum teruji dan masih perlu diferifikasi kepada penulisnya, apakah sang penulis kompeten dibidangnya atau tidak, atau jangan-jangan yang situs tersebut hanya copy-paste tanpa menyertakan sumber. 

Niat awal ingin mendapat berkah, internet banyak sekali memberi musibah. Bagaimana bisa seseorang menjadikan seseuatu yang menyebabkan banyak musibah sebagai seorang guru? Jika tidak ingin seperti itu, maka carilah guru yang benar-benar menjunjung tinggi Ahlussunnah, bukan dari internet yang campur aduk antara yang baik dan yang buruk.

Media informasi internet harus diposisikan dengan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya. Sebagaimana pisau di tangan tukang masak, tentu tidak sama fungsinya jika di tangan penjahat. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. yang berguru langsung kepada Malaikat Jibril, sebagaimana dilanutnkan dalam sya’ir:
ومن يأخذ العلم من شيخ مشافهة       #     يكن عن الزيغ والتصحيف فى حرم
ومن يكن أخذا للعلم من صحف        #     فعلمـــه عند أهــــــــل العلم كالعدم
Barangsiapa yang mengambil ilmu dari seorang guru dengan musyafahah (berhadap-hadapan langsung), niscaya terpeliharalah ia dari tergelincir dan keliru. Dan barangsiapa mengambil ilmu dari buku-buku (apalagi internet), maka pengetahuannya menurut penilaian ahli ilmu adalah nihil semata.

Demikianlah seharusnya memposisikan internet sebagai media yang harus dikonfirmasi kembali berbagi informasi di dalamnya, khususnya kepada seorang guru yang memang kompeten dalam bidang yang ditanyakan. Ibaratnya materi keilmuan dari internet jangan langsung langsung ditelan karena belum masak, tetapi harus dimasak lebih dahulu agar bisa dijadikan pedoman. 

sangat disayangkan, banyak orang yang terlalu meninggikan ego dalam dirinya sehingga malu bertanya dan enggan mengakui orang lain sebagai orang yang lebih paham. Jika sudah demikian, maka percuma berbagai nasehat, karena keinkarannya lebih kuat dari pada keinginan untuk belajar.

المنكر لايفيده التطويل ولو تليت عليه التوراة والانجيل 

Tidaklah berguna berpanjang kalam (keterangan) bagi orang yang telah inkar, walaupun dibacakan untuknya taurat dan injil.


Sumber

Serangga Rocker dari Amerika Serikat

Ilustrasi
Ada yang menarik perhatian ketika secara tidak sengaja saya melihat koran Kompas dengan judul artikel "Bisakah Serangga Bersuara Sekeras Konser Rock?" yang terbit pada tanggal 2 Juni 2013. Serangga dengan suara musik rock? Wow! Pasti suaranya sangat keras! Menarik bagi orang yang menggeluti bidang Entomologi. Pertanyaan sederhana yang menggelayuti pikiran adalah, "Bagaimana bisa serangga yang panjangnya sekitar 40 mm bisa mengeluarkan suara yang menggelegar?"

Siapa tonggeret dikenal sebagai pembuat suara bising. Serangga yang bentuknya unik ini juga memiliki siklus kehidupan yang rumit. Ketika menjadi dewasa, setelah hidup di bawah tanah selama 17 tahun, serangga jantan akan bernyanyi tanpa henti "lagu-lagu cinta'' selama sisa hidupnya yang tinggal beberapa hari.

Sepanjang waktu yang terbatas itulah serangga-serangga ini berkencan, bertelur di pohon-pohon yang mereka diami, dan kemudian mati. Ketika telur-telur itu menetas, larvanya jatuh ke tanah dan memperoleh makanan di akar-akar pohon sampai siklus biologisnya terjadi bertahun-tahun kemudian.

Magicicada septendecim
Tonggeret-tonggeret periodik ("Magicicada septendecim") muncul dalam siklus 13 tahun atau 17 tahun kemudian. Biasanya di musim semi. Sementara tonggeret-tonggeret yang muncul setiap dua tahun (Tibicen canicularis) akan muncul selama bulan Juli-Agustus. Tonggeret jenis terakhir ini bahkan bisa muncul setiap tahun. 

Tibicen canicularis
Tonggeret bisa menghasilkan suara dengan kekuatan 120 desibel, yang artinyan sama kerasnya dengan konser musik rock. Mereka menghasilkan suara sekencang itu dengan cara menggetarkan membran khusus yang ada di perutnya.
Peta pengeraman II dan ilustrasi Tibicen canicularis
Satu dari 17 tahun pengeraman yang oleh para peneliti disebut sebagai Pengeraman II berlangsung di musim semi. Di saat itu, pohon-pohon dan tanah-tanah lapang di Amerika Serikat, dari Connecticut sampai Carolina, akan dipenuhi serangga bersayap yang bersuara bising.

Perbedaan Ketiban Ilmu dan Menuntut Ilmu

Anak-anak mengaji
Manusia dikaruniai akal pikiran untuk membedakannya dengan binatang. jika manusia tak berakal, maka tak ada bedanya dengan sapi, kerbau, kambing, dll, hehehehe. Maka dari itulah manusia dituntut untuk mengembangkan potensi akal fikirannya agar dapat hidup lebih baik.

Teknologi elektronik dan informasi yang semakin kompleks melahirkan banyak jenis dan bentuk media yang hadir di depan kita. Jika zaman dahulu berita dan ilmu pengetahuan disalurkan dengan amat lambat, sekarang sudah berubah 180 derajat,  semuanya serba cepat dengan lahirnya berbagai media komunikasi yang dikembangkan manusia, seperti televisi, radio, internet, surat kabar, dan masih banyak yang lainnya. Akibat dari berbagai media komunikasi tersebut, maka mengakibatkan seolah zaman sekarang jarak bukanlah suatu rintangan berarti, seperti tidak berjarak lagi antara watu kejadian nyata dan informasi yang kita terima.

kecanggihan media informasi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Mulai dari sistem pembelajaran sekolah yang dikenal denga istilah e-learning, seminar dan kuliah jarak jauh menggunakan teleconference,  demikian juga dalam dunia dakwah yang banyak kita temui di radio dan televisi.

Orang yang paham dengan penggunaan media informasi tersebut tentunya sangan senang, karena meringankan kewajiban dalam mencari ilmu, atau sering kita dengar ketika kita mengaji dengan istilah "Tholabul ilmi", seperti seruan Nabi Muhammad kepada ummatnya, "uthlubul ilma wa lau bis-shin" carilah ilmu sampai negeri cina.

mungkin yang mengenal hadis tersebut bertanya-tanya. Apakah kriteria mencari ilmu itu cukup hanya dengan duduk di depan televisi dan menyimak atau sambil mencatat materi para ustadz yang sedang berceramah? Atau dengan duduk manis di depan komputer, menkoneksikan internet, dan mengunjungi berbagai situs Islam dengan materi yang kebenarannya riskan jika tidak memiliki filter sebelumnya? Apakah semua itu layak disebut "Tholabul ilmi"?

Mengenai gambaran ini, Muallim KH. Syafi’I Hadzami pernah mengatakan bahawa semua itu sebagai ketiban ilmu bukan mencari ilmu. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa membaca, menonton atau mendengarkan berbagai materi dakwah melalui media apapun merupakan amal baik dan insyaallah banyak manfaatnya. Namun jika jalan mendapatkan ilmu seperti gambaran di atas tanpa ada usaha yang cukup berat, itu belum pantas disebut 'menuntut ilmu, mengaji, juga bukan "thalabul ilmi". mengapa demikian? Sesungguhnya menuntut itu mensyaratkan hadirnya seorang guru yang akan membimbing dan mengarahkan serta memberikan suri tauladan langsung dalam dunia nyata, tanpa adanya halangan, sehingga sang penuntut ilmu bisa mendengarkan langsung materi dan contoh aplikatifnya dalam dunia nyata.

Oleh karena itu jika seseorang ingin menuntut ilmu, maka ia harus mencarinya walaupun sampai berjalan yang jauhnya bisa diibaratkan seperti jarak dari Sabang sampai Merauke. Sebagaimana jauhnya perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Allah Musa as. ketika menelusuri daratan dan mengarungi lautan yang sudah barang tentu penuh dengan halang rintang dan usaha yang sangat keras dalam rangka mencari  seorang guru, yakni Nabi Allah Khidir as.

Sebagaimana kata thlabul ilmi identik dengan thalabul mursyid (mencari guru)  sebagai penunjuknya. Sangat vitalnya posisi seorang guru dalam pencarian petunjuk seperti yang diterangkan oleh Ibn Ruslan.

من لم يكن يعلم ذا فليسأل          *               من لم يجد معلما فليرحل

Barang siapa yang tidak mengetahui akan sesuatu masalah hendaklah ia bertanya. Barang siapa yang tidak mendapatkan guru, hendaklah ia berlayar.

Kata berlayar dalam konteks syi’ir diatas mempunyai makna bepergian  yang sudah barang tentu melakukan proses usaha keras. Wallahu a’lam bis-showab.


Sumber

Sabtu, 01 Juni 2013

Tahukah Kamu Mengapa Internet Indonesia Lambat?

Illustrasi
Jika kamu sering berselancar di dunia maya, mencari materi mata kuliah, mencari berita terbaru nasional dan internasional, atau hanya sekedar eksis di media sosial semacam facebook dan twitter. Ketika sedang asik-asiknya menjelajah dunia maya, terkadang koneksi internet menjadi lemot alias lelet. Aktivitas pun terganggu, terkadang sampai naik darah dan bergumam dalam hati "Mengapa ini terjadi padaku??" hahahhaa....
 
Sebenarnya, pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah direncanakan sejak tahun 1996 melalui Program Nusantara 21. Namun, program tersebut terhenti sebelum masuk abad ke-21. Kebijakan pemerintah yang tak konsisten ini menyebabkan Indonesia sekarang tertinggal dalam hal layanan telekomunikasi di kawasan ASEAN serta masih menghadapi masalah kesenjangan layanan informasi dan komunikasi, antara daerah perkotaan dan pedesaan.  kamu mungkin juga pernah mengalami hal tersebut.

Posisi Indonesia menurun dari posisi nomor 1 pada era 1970 hingga 1980-an, sekarang jauh menurun  menjadi di bawah empat negara atau nomor 5 sekawasan ASEAN, posisi Indonesia berturut-turut dibawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Dalam penyediaan dan pembangunan layanan telekomunikasi, Indonesia getol mengandalkan jaringan nirkabel, yaitu sistem seluler dan satelit, bisa dilihat dari banyaknya menara pemancar sinyal berbagai provider, hal ini yang membuat koneksi internet Indonesia lambat. Faktanya, penghantaran sinyal data telekomunikasi ini lebih rendah kualitas dan kecepatan penyampaian sinyal dibandingkan sambungan kabel serat optik. 

Kelebihan dari kabel serat optik dibanding media kabel lainya adalah dalam hal kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi. Selain itu kabel serat optik mampu mentransfer data sebesar 2,5 Gb (2.500 Mb) perdetik dalam jarak 200 km. Kelebihan lainnya yaitu tahan terhadap interferensi dari frekuensi-frekuensi liar yang ada disepanjang jalur instalasi. Kelemahan kabel serat optik ada pada tingginya tingkat kesulitan proses instalasinya dan mahalnya harga kabel fiber optik, dimana mungkin hal inilah yang menjadi dasar alasan banyak provider telekomunikasi di Indonesia malas mengembangkan jaringan kabel serat optik.  

Kabel serat optik
Jaringan telekomunikasi di Indonesia 95% berupa telekomunikasi nirkabel dengan kualitas sambungan buruk, bisa dirasa sendiri bahwa banyak provider hanya mengutamakan keuntungan daripada meningkatkan kualitas layanan, yang pada akhirnya sering terputus atau banyak gangguan ketika menggunakan layanan internet. Seharusnya, Indonesia mengikuti tren pengembangan telekomunikasi dunia, yaitu mengutamakan penggunaan kabel serat optik. Layanan telekomunikasi di negara maju, 60% menggunakan kabel serat optik.


Kamis, 30 Mei 2013

Kabar Terbaru Mengenai Windows 8.1


Windows 8.1
Sebentar lagi,  tombol start yang dihilangkan di Windows 8 akan segera kembali. Walaupun belum pasti "kembali", sebuah screenshot yang memperlihatkan tombol Start tersebut beredar di internet.

Letaknya sama dengan Windows 7, di ujung kiri bawah layar, namun dengan bentuk baru yang lebih fresh dan minimalis, yaitu logo Windows 8. Sedikit terdapat perberbedaan antara tombol Start di Windows 7 dan Windows versi sebelumnya dengan "calon" Windows terbaru keluaran Microsoft ini, warna tombol tersebut akan berubah saat mouse digeser di atasnya. 

Tombol start di Windows 8.1
Fungsinya juga terdapat perbedaan dengan Windows versi sebelumnya, bila dulu, saat ditekan, tombol Start akan memunculkan daftar menu, di Windows 8.1 yang akan ditampilkan adalah Start Screen yang berisi daftar aplikasi. Akan tetapi, latar belakang pada Start Screen dapat disamakan dengan desktop. Sehingga pengguna akan mendapatkan pengalaman yang sama saat mengakses desktop. 

Selain tombol Start, fitur lain yang kemungkinan hadir kembali di Windows 8.1 ini adalah boot-to-desktop. Fitur ini memungkinkan booting komputer langsung ke lingkungan desktop Windows, tanpa harus melalui Start Screen terlebih dahulu, dan juga booting ke Start Screen seperti pada Windows 8 bisa dipilih apabila diinginkan oleh pengguna.

Bagaimana pendapat Anda? apakah Anda tertarik untuk menggunakan Windows 8.1?

Fathonah Mana??

Ilustrasi
Suatu ketika, Ilham anak PSTF UNEJ ada jam kuliah  Agama yang dosennya terkenal killer. Materi yang akan diajarkan oleh dosen tersebut yaitu tentang sifat-sifat Rosul.  Sebagai pembuka matakuliah, sang dosen memilih secara acak mahasiswa dikelas itu untuk menjawab satu pertanyan. Pas secara kebetulan, Ilham yang ditunjuk. "Jeddeeeerrrrr.... Aku kena petir" kata Ilham dalam hati.

”Ilham, Apa saja sifat-sifat wajib bagi rasul? Sebutkan!” kata dosen.

 ”Shidiq, Amanah, Tabligh....” sahut Ilham

 Suasana hening sejenak. ”Kurang satu lagi Ham!,” sergah dosen. 

”Sudah, Pak.” kata Ilham lirih

”Fathonah mana?” 

 ”Fathonah dipanggil KPK, Pak.” 

”Cengengesan. Itu Ahmad Fathanah!”


Setan pun Berhasil Ditipu Manusia

Ilustrasi
Syetan adalah makhluk yang dikutuk oleh Allah karena membangkang, juga senantiasa menjerumuskan dengan berbagai tipu daya kepada putra-putri Nabi Adam. Tapi bila syetan berhasil ditipu manusia, maka hal itu menjadi menarik disimak. 

Suatu ketika, KH Ali Maksum pernah menyampaikan protes kecil kepada KH Bisyri Musthofa. “Kiai, tingkat keilmuan saya dengan sampeyan itu kan hampir ndak ada bedanya. Tapi mengapa sampeyan bisa melahirkan berbagai karya tulis dalam bentuk buku, sementara saya satu saja sulitnya bukan main. Apa rahasianya?” 

 KH Bisyri Musthofa dengan tersenyum menyampaikan kiat supaya bisa menulis buku dan menerbitkannya. “Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menata niat dengan cerdik. Kita harus mampu menipu syetan, yaitu kita niati menulis buku itu supaya kita dapat uang yang banyak.” “Tujuannya biar kita bersemangat tinggi. Begitu buku sudah selesai, kita harus mengubah niat tadi, bahwa kita menulis buku adalah untuk menyebarkan ilmu sambil memohon kepada Allah semoga buku tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kiai Bisyri. 

 KH Bisyri Musthofa menjadikan uang/harta sebagai motivasi utama ketika menulis sebuah buku, syetan pasti suka dengan niatan ini. Nah setelah setelah bukunya rampung, niatan awal yang mulanya karena uang, berubah menjadi niatan untuk menyebarkan ilmu, syetan pasti patah hati dengan keputusan ini, dan pada akhirnya syetan pun berhasil ditipu manusia.

Kenyataan yang ada, KH Bisyri Musthofa adalah kiai yang produktif menulis dan karya-karyanya sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum Nahdliyyin. Contoh karya beliau yang terus dicetak ulang seperti Peshalatan, Tarikhul Awliya’, Terjemah Bulughul Maram, Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, dan yang paling fenomenal adalah Tafsir Al Ibriz yang sudah dicetak berulang-ulang dan banyak dikaji oleh warga Nahdliyyin.


Sumber: NU.co.id

Anda Haus? Semoga Tidak Mengalami Seperti di Video Ini

Ilustrasi
Terkadang kita menemukan hal-hal konyol,contohnya seperti video lucu. Saat berselancar di dunia maya, saya yakin Anda pun pernah menemui bahkan mendownload videonya buat dipertontonkan ke teman dan tertawa bersama. Walaupun kadang sesuatu yang konyol itu merupakan penderitaan orang lain, tapi kita tetap saja tertawa, hehehehe #Terlalu
Ambil positifnya saja, buat hiburan agar tidak penat. jangan melulu serius, nanti cepat botak (kata embah saya se gitu... :-P)
Contoh dari dari video lucu yaitu seperti dibawah ini,check this out!!


Selasa, 28 Mei 2013

The Newest Science: “Bioinformatika”

Istilah Bioinformatika mungkin masih asing ditelinga kita, karena tidak pernah diajarkan saat kita masih SD, SMP, maupun SMA, apalagi TK #hehehehe :-P . Terlepas dari semua itu, ayo kita menyelami seluk-beluk dari Bioinformatika walau hanya sebatas sabut kelapa, yang penting memperluas wawasan kita, oyi boss??. 

Actually, Bioinformatika berhutang pada ilmu biologi molekuler dan teknik informatika atas segala perkembangannya. Namun, pada akhirnya ia menjadi semakin menjadi cabang sains multidisipliner, karena berinteraksi dengan ilmu lain. How it could be? allright, I will try to describe… :-D 

Salah satu analogi yang sering digunakan untuk menggambarkan Bioinformatika adalah dengan menjadikan manajerial kantor sebagai role model. Jika kita perhatikan sebuah kantor, maka ada beberapa bagian yang menopang manajerialnya, seperti personalia, keuangan, administrasi, supply chain, dan lainnya. Walaupun semua itu komponen yang berbeda, namun bekerja sinergis dalam manajerial suatu kantor. Bioinformatika juga dapat dianalogikan sebagai kantor yang memiliki berbagai komponen yang bekerja secara sinergis dan terstruktur. Satu komponen dengan lainnya berhubungan dengan erat. 

Sebagai ilustrasi, ilmu bioinformatika bertugas untuk menyelesaikan problem biologis, sehingga diperlukan daya komputasi yang dapat mem-”break down” problem biologis menjadi komponen yang dapat diselesaikan secara simultan dan efisien. Pembangunan daya komputasi tersebut, tentu saja memerlukan keterampilan yang sangat baik dalam teknik informatika. 

 Software development Bioinformatika menempati porsi yang cukup dominan dalam publikasi ilmiah terpopuler dan memiliki impact factor tinggi, seperti di BMC Bioinformatics, Oxford Bioinformatics, dan PloS Computational Biology. Oleh karena itu, Bioinformatika sudah dari episteme awalnya adalah sebuah wacana multi-disiplin. 

Dalam perkembangannya pada riset tingkat Universitas, ternyata bioinformatika tidak hanya bersentuhan dengan teknik informatika dan biologi molekuler saja. Ternyata, sudah banyak research group dari latar belakang keilmuan yang sangat berbeda dari kedua ilmu tersebut, sudah mengadopsi bioinformatika sebagai bagian dari agenda riset mereka. Sebut saja, Ilmu Farmasi, Kedokteran, Kimia, dan Teknik. Seru kan?? hehehehe 

Ilmu Kimia adalah bagian yang sangat dekat dengan Bioinformatika, sehubungan ilmu biologi molekuler juga dipelajari di Departemen Kimia. Ilmu kimia mempelajari interaksi molekuler dan perubahan energi yang menyertainya, dan hal ini juga dapat dipelajari melalui bioinformatika. Ekpresi genetik, protein, transkriptomik, dan epigenomik dapat juga dipelajari sejauh mana interaksi biokimiawi yang mendasarinya. Sehingga, output dari penelitian komputasi kimia ini dapat digunakan sebagai informasi awal untuk penelitian yang lebih bersifat terapan. 

Ternyata, ilmu kimia memiliki saudara kandung yang juga sangat dekat kekerabatannya, yaitu ilmu Farmasi. Sebagai ilmu yang bertanggung jawab untuk mengembangkan agen terapetik dan preventif untuk berbagai penyakit, ilmu farmasi juga dapat menggunakan ilmu bioinformatika untuk riset tingkat lanjutan. Informasi awal yang telah dikumpulkan oleh ilmu kimia, dapat digunakan oleh ilmu Farmasi untuk mengembangkan obat atau vaksin cerdas (rational design), yang dibantu pengembangannya dengan ilmu bioinformatika. Ilmu Farmasi tetap dapat menggunakan daya komputasi bioinformatika yang luar biasa, untuk mempelajari interaksi obat dan vaksin dengan sistem biologis. 

Bioinformatika juga dapat dimanfaatkan oleh ilmu Kedokteran dasar. Pengumpulan sampel dari pasien, untuk kemudian digunakan dalam eksperimen biologi molekuler, sangat memerlukan peran dokter yang juga menguasai ilmu biomedik. Seperti biasa, data yang dihasilkan oleh eksperimen tersebut dapat diolah menjadi informasi berguna oleh ilmu bioinformatika. Pada akhirnya, pengolahan data eksperimen laboratorium ini akan sangat berguna sebagai informasi awal untuk memasuki uji klinis. Di sisi lain, Ilmu Teknik juga dapat berperan dalam pengembangan bioinformatika. Proses produksi agen terapetik dan preventif memerlukan simulasi komputasi, dimana Bioinformatika dapat digunakan untuk itu. 

Sajian ini menunjukkan, bahwa ilmu bioinformatika memang tidak dapat disentralisasi kepada satu ilmu atau satu kelompok saja, namun ia seyogyanya dimanfaatkan oleh kepentingan banyak kelompok, dalam rangka memberikan hasil yang baik untuk peningkatan taraf kesehatan pasien.

Kolaborasi nasional atau internasional, dalam bentuk konsorsium yang anggotanya memiliki berbagai latar belakang keilmuan, memang sangat dimungkinkan dalam penelitian bioinformatika. Semoga kolaborasi semacam itu juga bisa terwujud di Indonesia agar kita jangan tertinggal lagi. 

Weel, that’s all, Bioinformatika memang membutuhkan keahlian dalam berbagai sudut pandang keilmuan, tidak dapat dipisah-pisah, ibaratnya bumbu masak nasi goreng, kalau cuma bawang pasti rasanya gak sip, pake cabe saja apa lagi, pedasss. Nah biar enak dibutuhkan berbagai bumbu agar enak nasi gorengnya… hehehe… #Dari Bioinformatika larinya kok ke nasi goreng, jadi laper… -_- 

Sumber: Kompas.com dengan berbagai modifikasi