Feature news

Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

Sisi Keamanan, IE10 Kalahkan Chrome dan Firefox

Bagi orang yang sering online, seperti saya yang sedang mengikuti kontes lomba blog Unej,  keamanan dalam browsing atau menghindari dan menangkis malware adalah harga mutlak. Jika tidak bisa gawat, misalnya komputer rusak jika malware lolos dari saringan browser, dan antivirus tidak cukup kuat untuk menangani virus tersebut. Dan yang lebih tidak diinginkan lagi yaitu, ada hacker yang mencoba untuk mencuri password akun kita, misalnya akun FB, email, ATM, dll. Nah dari latar belakang diatas maka perlu ada pertimbangan untuk memilih browser mana yang paling baik dalam segi keamanannya.

Dari berbagai merek browser yang ada, menurutmu manakah yang paling dapat diandalkan keamanannya? Pertanyaan tersebut akan dijawab oleh firma peneliti keamanan NSS Labs. dengan cara menguji 5 browser terpopuler saat ini dengan cara menyerang semua produk tersebut dengan malware. 

 Dikutip dari TheNextWeb dan Kompas.com, Senin (17/6/2013), kelima browser tersebut adalah Internet Explorer (IE) 10 dari Microsoft, Chrome 25 dan 26 dari Google, Firefox 19 dari Mozilla, Safari 5 dari Apple, dan Opera 12. NSS Labs. menggunakan dua versi Chrome yang berbeda sekaligus karena kemungkinan browser tersebut telah terupdate selama masa pengujian. Hasil pengujian dapat dilihat pada grafik dibawah.


Setelah menguji seluruh browser tersebut selama 28 hari, diketahui bahwa IE10 menjadi yang terbaik dalam sisi keamanan! mengalahkan kompetitor lainnya.
Terdapat 754 sampel URL aktif dan berbahaya yang diujikan, dan ternyata IE10 mampu memperoleh nilai pertahanan yang nyaris sempurna, yakni sebesar 99,96%.

Sedangkan di tempat kedua dimiliki Google Chrome, dengan nilai 83,16%. Jauh meningkat dibanding nilai tahun lalu dengan pengujian yang sama, yakni sebesar 70%. Safari berada di tempat ketiga dengan 10,16%, Firefox di posisi keempat dengan 9,92%, dan yang terakhir yaitu Opera di tempat terakhir dengan 1,87 persen.

Keputusan di tangan kamu, mana browser yang kamu pilih??

Sabtu, 08 Juni 2013

Google dan Fakta Uniknya

Siapa yang tidak tau Google, search engine ini paling pupuler di dunia. Di situs pemeringkat website, Google peringkat 2 di dunia setelah Facebook, dan kedua peringkat situs tersebut sering salip-menyalip. 
Tak banyak orang tau mengenai sejarah mengapa diberi nama Google, kok tidak Harissudin.com saja, kan lebih keren, wkwkwkwk... Sedikit alasan penamaan Google dan beberapa fakta menariknya dapat terkuak dalam situs tanya jawab Quora. Berikut ulasan selengkapnya yang saya kutip dari kompas.com

Nama Google lahir dari ketidaksengajaan, melenceng dari nama awal yang telah direncanankan. Sejarah Google dimulai dari proyek yang dikerjakan dua orang sahabat karib, Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1996. Saat itu, keduanya masih berstatus mahasiswa pascasarjana di Stanford University.  Mereka berkolaborasi mengembangkan mesin pencari bernama BackRub, yang dioperasikan menggunakan server kampus mereka.

Pada tahun 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi Googol, entah mengapa mereka mengganti nama tersebut. Istilah "Googol" merupakan matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol, nama tersebut mempunya filosofi tersendiri, yaitu menjelaskan ambisi Google menjadi gudang informasi tak terbatas di dunia internet.

Namun secara tidak sengaja, para investor salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek. Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya "mentok" menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka. Itulah asal-usul penamaan Google. 

Google merupakan salah satu perusahaan digital yang gencar mengakuisisi startup yang berpotensi, buktinya dari banyaknya layanan internet yang diberikan oleh Google. Beberapa akuisisi sukses yang dilakukan Google adalah YouTube, Android, Motorola Mobility, Pyra Labs yang mengembangkan Blogger, serta Keyhole Inc yang melahirkan layanan Google Maps dan Google Earth.

Saat ini, ada ratusan startup (perusahaan rintisan) yang diakuisisi oleh Google. Sejak 2010, jika dirata-rata, maka Google telah mengakuisisi lebih dari satu perusahaan setiap minggu. Wow, tidak kebayang seberapa besar kekuatan finansial yang dimiliki Google ya,,, hhmmmmm

tahukah kamu mengapa halaman muka tampak sangat bersih dibandingkan dengan Yahoo misalnya, alasannya yaitu karena dulu kedua pendirinya tidak menguasai HTML!. Tetapi tunggu dulu, alasan lainnya adalah karena Page dan Brin memang menginginkan mesin pencari dengan antarmuka yang ringkas. Karena itu, pencarian melalui Google dibuat sederhana. Pengguna cukup menekan tombol Enter setelah memasukkan kata kunci pencariannya.

Fakta unik lainnya yaitu indeks pencarian Google memiliki ukuran raksasa, yakni lebih dari 100 juta gigabyte! Wow!. Dengan kata lain, butuh lebih dari 100.000 hard disk personal berukuran 1 terabyte untuk menyimpan indeks pencarian itu. Mungkin jika hardisknya dijadikan satu bisa sebesar gedung lantai 10 ya, hehehe. 

Nah mingu-minggu kemarin kita sering mendengar berita bahwa Google sedang memotret jalanan di seluruh dunia untuk program aplikasi Street View yang merupakan bagian dari Google Maps, jika ditotal, maka Google telah memotret jalan sepanjang 5 juta mil atau 8,046 juta km!

Pada tahun 2012, Google telah menemukan lebih dari 30 triliun URL unik di web. Coba bandingkan dengan jumlah URL unik pada tahun 2008, yang hanya berjumlah 1 triliun! Naik 30 kali lipat!

Satu lagi fakta unik terakhir dari Google. Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan digital paling besar dan paling penting di dunia. Ya! Semua orang pasti setuju. Namun ternyata, tahukah kamu masih ada kesalahan kode di halaman muka Google lho. Kalau tidak percaya, klik tautan ini.

Minggu, 02 Juni 2013

Belajar Agama Melalui Internet. Pantaskah?

Ilustrasi
Zaman sekarang, arus informasi sangat deras, informasi detik ini di belahan bumi barat, bisa langsung diterima beberapa detik di belahan bumi timur.  Akibat dari hal tersebut, globalisasi pun sulit untuk dihindari. Informasi yang baik maupun buruk dengan cepat menyebar, jika seseorang tidak mempunyai dasar yang kuat tentang suatu keilmuan, maka tidak ada filter dalam menyaring arus informasi tersebut. Sehingga di zaman sekarang ini sangat susah membedakan antara orang yang alim (orang yang mengerti) dan orang jahil (orang yang tidak mengerti), antara ahli fiqh dan orang yang mengaku-ngaku ahli fiqh. Sekarang sangat banyak orang yang seperti itu, tak terkecuali di kampus-kampus. 

Informasi yang ingin dicari dapat dengan mudah ditemukan di media-media informasi, terutama internet.Tinggal mengetik hal yang ingin kita cari di search engine, maka dengan sekejap langsung keluar situs-situs yang berkaitan. Entah benar atau salah informasi yang ditampilkan oleh situs tersebut, hanya pembaca yang bisa menyimpulkan berdasarkan pemahamannya.

Berbagai informasi dan pengetahuan dengan mudah dapat diakses di dunia cyber (internet). Parahnya lagi, banyak orang yang menjadikan internet sebagai seorang guru tempat bertanya dan mencari tahu. Dan lebih celakanya lagi, dari guru (internet) inilah mereka lalu mengajarkan apa yang di dapatnya kepada orang lain.

Tidak semua yang ada di internet adalah tidak benar, banyak juga orang-orang yang kompeten dibidangnya menulis materi keilmuan melalui media internet, tetapi tidak kalah banyaknya pula orang-orang yang berusaha menyebarkan paham yang bisa dikatakan menyimpang menurut Ahlussunnah. Banyak sekali kebenaran yang tertulis di situs-situs internet, tetapi kebenaran itu belum teruji dan masih perlu diferifikasi kepada penulisnya, apakah sang penulis kompeten dibidangnya atau tidak, atau jangan-jangan yang situs tersebut hanya copy-paste tanpa menyertakan sumber. 

Niat awal ingin mendapat berkah, internet banyak sekali memberi musibah. Bagaimana bisa seseorang menjadikan seseuatu yang menyebabkan banyak musibah sebagai seorang guru? Jika tidak ingin seperti itu, maka carilah guru yang benar-benar menjunjung tinggi Ahlussunnah, bukan dari internet yang campur aduk antara yang baik dan yang buruk.

Media informasi internet harus diposisikan dengan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya. Sebagaimana pisau di tangan tukang masak, tentu tidak sama fungsinya jika di tangan penjahat. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. yang berguru langsung kepada Malaikat Jibril, sebagaimana dilanutnkan dalam sya’ir:
ومن يأخذ العلم من شيخ مشافهة       #     يكن عن الزيغ والتصحيف فى حرم
ومن يكن أخذا للعلم من صحف        #     فعلمـــه عند أهــــــــل العلم كالعدم
Barangsiapa yang mengambil ilmu dari seorang guru dengan musyafahah (berhadap-hadapan langsung), niscaya terpeliharalah ia dari tergelincir dan keliru. Dan barangsiapa mengambil ilmu dari buku-buku (apalagi internet), maka pengetahuannya menurut penilaian ahli ilmu adalah nihil semata.

Demikianlah seharusnya memposisikan internet sebagai media yang harus dikonfirmasi kembali berbagi informasi di dalamnya, khususnya kepada seorang guru yang memang kompeten dalam bidang yang ditanyakan. Ibaratnya materi keilmuan dari internet jangan langsung langsung ditelan karena belum masak, tetapi harus dimasak lebih dahulu agar bisa dijadikan pedoman. 

sangat disayangkan, banyak orang yang terlalu meninggikan ego dalam dirinya sehingga malu bertanya dan enggan mengakui orang lain sebagai orang yang lebih paham. Jika sudah demikian, maka percuma berbagai nasehat, karena keinkarannya lebih kuat dari pada keinginan untuk belajar.

المنكر لايفيده التطويل ولو تليت عليه التوراة والانجيل 

Tidaklah berguna berpanjang kalam (keterangan) bagi orang yang telah inkar, walaupun dibacakan untuknya taurat dan injil.


Sumber

Sabtu, 01 Juni 2013

Tahukah Kamu Mengapa Internet Indonesia Lambat?

Illustrasi
Jika kamu sering berselancar di dunia maya, mencari materi mata kuliah, mencari berita terbaru nasional dan internasional, atau hanya sekedar eksis di media sosial semacam facebook dan twitter. Ketika sedang asik-asiknya menjelajah dunia maya, terkadang koneksi internet menjadi lemot alias lelet. Aktivitas pun terganggu, terkadang sampai naik darah dan bergumam dalam hati "Mengapa ini terjadi padaku??" hahahhaa....
 
Sebenarnya, pengembangan jaringan telekomunikasi kanal lebar berbasis kabel serat optik telah direncanakan sejak tahun 1996 melalui Program Nusantara 21. Namun, program tersebut terhenti sebelum masuk abad ke-21. Kebijakan pemerintah yang tak konsisten ini menyebabkan Indonesia sekarang tertinggal dalam hal layanan telekomunikasi di kawasan ASEAN serta masih menghadapi masalah kesenjangan layanan informasi dan komunikasi, antara daerah perkotaan dan pedesaan.  kamu mungkin juga pernah mengalami hal tersebut.

Posisi Indonesia menurun dari posisi nomor 1 pada era 1970 hingga 1980-an, sekarang jauh menurun  menjadi di bawah empat negara atau nomor 5 sekawasan ASEAN, posisi Indonesia berturut-turut dibawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Dalam penyediaan dan pembangunan layanan telekomunikasi, Indonesia getol mengandalkan jaringan nirkabel, yaitu sistem seluler dan satelit, bisa dilihat dari banyaknya menara pemancar sinyal berbagai provider, hal ini yang membuat koneksi internet Indonesia lambat. Faktanya, penghantaran sinyal data telekomunikasi ini lebih rendah kualitas dan kecepatan penyampaian sinyal dibandingkan sambungan kabel serat optik. 

Kelebihan dari kabel serat optik dibanding media kabel lainya adalah dalam hal kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi. Selain itu kabel serat optik mampu mentransfer data sebesar 2,5 Gb (2.500 Mb) perdetik dalam jarak 200 km. Kelebihan lainnya yaitu tahan terhadap interferensi dari frekuensi-frekuensi liar yang ada disepanjang jalur instalasi. Kelemahan kabel serat optik ada pada tingginya tingkat kesulitan proses instalasinya dan mahalnya harga kabel fiber optik, dimana mungkin hal inilah yang menjadi dasar alasan banyak provider telekomunikasi di Indonesia malas mengembangkan jaringan kabel serat optik.  

Kabel serat optik
Jaringan telekomunikasi di Indonesia 95% berupa telekomunikasi nirkabel dengan kualitas sambungan buruk, bisa dirasa sendiri bahwa banyak provider hanya mengutamakan keuntungan daripada meningkatkan kualitas layanan, yang pada akhirnya sering terputus atau banyak gangguan ketika menggunakan layanan internet. Seharusnya, Indonesia mengikuti tren pengembangan telekomunikasi dunia, yaitu mengutamakan penggunaan kabel serat optik. Layanan telekomunikasi di negara maju, 60% menggunakan kabel serat optik.