![]() |
| Ilustrasi |
Ada yang menarik perhatian ketika secara tidak sengaja saya melihat koran Kompas dengan judul artikel "Bisakah Serangga Bersuara Sekeras Konser Rock?" yang terbit pada tanggal 2 Juni 2013. Serangga dengan suara musik rock? Wow! Pasti suaranya sangat keras! Menarik bagi orang yang menggeluti bidang Entomologi. Pertanyaan sederhana yang menggelayuti pikiran adalah, "Bagaimana bisa serangga yang panjangnya sekitar 40 mm bisa mengeluarkan suara yang menggelegar?"
Siapa tonggeret dikenal sebagai pembuat suara bising. Serangga yang bentuknya unik ini juga memiliki siklus kehidupan yang rumit.
Ketika menjadi dewasa, setelah hidup di bawah tanah selama 17 tahun, serangga jantan akan bernyanyi tanpa henti "lagu-lagu cinta'' selama sisa hidupnya yang tinggal beberapa hari.
Sepanjang waktu yang terbatas itulah serangga-serangga ini berkencan, bertelur di pohon-pohon yang mereka diami, dan kemudian mati. Ketika telur-telur itu menetas, larvanya jatuh ke tanah dan memperoleh makanan di akar-akar pohon sampai siklus biologisnya terjadi bertahun-tahun kemudian.
![]() |
| Magicicada septendecim |
Tonggeret-tonggeret periodik ("Magicicada septendecim") muncul dalam siklus 13 tahun atau 17 tahun kemudian. Biasanya di musim semi. Sementara tonggeret-tonggeret yang muncul setiap dua tahun (Tibicen canicularis) akan muncul selama bulan Juli-Agustus. Tonggeret jenis terakhir ini bahkan bisa muncul setiap tahun.
![]() |
| Tibicen canicularis |
Tonggeret bisa menghasilkan suara dengan kekuatan 120 desibel, yang artinyan sama kerasnya dengan konser musik rock. Mereka menghasilkan suara sekencang itu dengan cara menggetarkan membran khusus yang ada di perutnya.
Satu dari 17 tahun pengeraman yang oleh para peneliti disebut sebagai Pengeraman II berlangsung di musim semi. Di saat itu, pohon-pohon dan tanah-tanah lapang di Amerika Serikat, dari Connecticut sampai Carolina, akan dipenuhi serangga bersayap yang bersuara bising.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar