![]() |
| Ilustrasi |
Syetan adalah makhluk yang dikutuk oleh Allah karena membangkang, juga senantiasa menjerumuskan dengan berbagai tipu daya kepada putra-putri Nabi Adam. Tapi bila syetan berhasil ditipu manusia, maka hal itu menjadi menarik disimak.
Suatu ketika, KH Ali Maksum pernah menyampaikan protes kecil kepada KH Bisyri Musthofa. “Kiai, tingkat keilmuan saya dengan sampeyan itu kan hampir ndak ada bedanya. Tapi mengapa sampeyan bisa melahirkan berbagai karya tulis dalam bentuk buku, sementara saya satu saja sulitnya bukan main. Apa rahasianya?”
KH Bisyri Musthofa dengan tersenyum menyampaikan kiat supaya bisa menulis buku dan menerbitkannya. “Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menata niat dengan cerdik. Kita harus mampu menipu syetan, yaitu kita niati menulis buku itu supaya kita dapat uang yang banyak.”
“Tujuannya biar kita bersemangat tinggi. Begitu buku sudah selesai, kita harus mengubah niat tadi, bahwa kita menulis buku adalah untuk menyebarkan ilmu sambil memohon kepada Allah semoga buku tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kiai Bisyri.
KH Bisyri Musthofa menjadikan uang/harta sebagai motivasi utama ketika menulis sebuah buku, syetan pasti suka dengan niatan ini. Nah setelah setelah bukunya rampung, niatan awal yang mulanya karena uang, berubah menjadi niatan untuk menyebarkan ilmu, syetan pasti patah hati dengan keputusan ini, dan pada akhirnya syetan pun berhasil ditipu manusia.
Kenyataan yang ada, KH Bisyri Musthofa adalah kiai yang produktif menulis dan karya-karyanya sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum Nahdliyyin. Contoh karya beliau yang terus dicetak ulang seperti Peshalatan, Tarikhul Awliya’, Terjemah Bulughul Maram, Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, dan yang paling fenomenal adalah Tafsir Al Ibriz yang sudah dicetak berulang-ulang dan banyak dikaji oleh warga Nahdliyyin.
Sumber: NU.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar